Selasa, 29 Maret 2016

PSPA, Program Sekolah Pengasuhan Anak (Part 2)

Bismillahirrohmanirrohim,

Sejenak mengingat kembali, mengingat salah satu tujuan utama saya ikut sekolah ini. entah kenapa saya seneng aja nyebutnya sekolah, bukan seminar bukan juga training.
jadi salah satunya selain dari benar-benar tulus ingin belajar bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik, terutama saya ya, saya sadar banget dah sebesar apa kapasitas saya, usaha beserta kemampuan parenting yg selama ini saya aplikasikan kepada si gendhuk Bella. sebesar itu pula saya menyadari betapa kurangnya ilmu saya dalam mengasuh anak. ilmu saya hanya berdasarkan ilmu otodidak, ilmu tanya, ilmu googling dan yang terutama ilmu feeling. tanpa pernah benar-benar saya berguru seperti saat saya belajar bersama abah Ihsan di PSPA kemarin. yah saya ingin sekali bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya, yang lebih utama lagi saya ingin Bella mendapatkan segala yg terbaik tidak hanya dari saya, tapi dari papahnya juga. combo paket lah ibaratnya kalau di restauran kfc itu. yeah for me two is always better than one. makanya ngotot banget gimana caranya itu kangmas ganteng haruslah ikut sekolah, ikut belajar sama-sama supaya kedepannya kami bisa menyamakan visi,misi dan aksi kami untuk Bella.

naaahh itu tadi alasan super positifnya ya, seperti halnya ada hitam maka ada putih. ada yin dan yang, maka tidak akan eksis suatu hal positif tanpa adanya hal negatif. iyess, sayapun sebenarnya menyimpan alasan bernuansa agak negatif saat mengikutsertakan suami dalam PSPA.

Betapa saya ini hanya manusia biasa yang seringkali dikalahkan oleh rasa lelah, cemburu, marah, ketidak sabaran dan juga iri hati. ya itulah saya. perasaan itulah yg kerapkali saya rasakan dalam menjalni kehidupan berumah tangga. seringkali saat saya merasa lelah terutama secara fisik maka akan merepet ke segala aspek yg saya sebutkan di atas.

saya berikan sebuah contoh dimana saya saat sedang merasa lelah, dimana saya merasa telah memberikan segudang kontribusi untuk keluarga kecil saya. sering saya merasa tidak dihargai, merasa sendiri dalam melakukan segalanya sehingga semakin menebalkan rasa sebal saya pada suami. saya iri melihat dia lempeng-lempeng saja hidupnya saat saya harus bergulat dengan segudang kegiatan di sampingnya. ingin sekali saya membuat dia merasakan segala yg saya rasakan. entah saya kurang ikhlas mungkin dalam.mengerjakan kewajiban saya sehingga perasaan iri itu acapkali datang menghampiri.
Saya selalu merasa sebagai pihak yg dirugikan. karena itu saya ngebet baget ingin suami gabung ikut PSPA, yaitu agar dia mengerti perannya sebagai suami dan ayah. agar dia mengerti betapa payahnya hidup yg saya rasakan selama ini. saya ingin 'menampar' dia di PSPA. itulah yang ada dalam benak saya juga. *ampooonnn yaa masssss*

kembali saat saya sudah duduk manis, siap dan benar-benar membuka pikiran dan hati untuk ilmu yang akan diberikan oleh abah Ihsan. saya sering sekali curi-curi pandang ke arah suami saya yang duduk dibarisan lelaki di sebelah kanan belakang saya. saya bahagia sekali melihatnya disana walaupun saya tau bahwa dia tidak se-excited saya. tapi saya bersyukur sekali dia ada disana menemani saya belajar bersama. dalam hati tidak cukup sekali saya berdoa agar ilmu yang akan kami dapatkan tadi bisa diterima dan meresap dalam jiwanya.

inti dari sekolahnya abah Ihsan ini adalah bagaimana kami bisa merubah diri kami dari orangtua kebetulan menjadi orang tua betulan. ya selama ini saya adalah orang tua kebetulan. saya dan suami adalah pasangan yg kebetulan menjadi orang tua karena Alloh mempercayakan kepada kami seorang Bella untuk kami jaga, kami rawat dan kami cintai. padahal sebelumnya kami sama sekali tidak ada basic parenting. semuanya berjalan secara alami seadanya yg bisa kami berikan, yg terbaik yang bisa kami lakukan. melalui PSPA ini pula saya ingin kami bisa menjadi orang tua betulan. orang tua yg benar-benar mengerti job-desk kami agar kami bisa membuktikan kepada Alloh bahwa tidak salah Alloh sudah mempercayakan Bella pada kami.

selama dua hari ini kami dikenalkan bagaimana caranya menyikapi segala tingkah laku anak berdasarkan tahapan usia, kami juga disadarkan akan tindakan kami yg dulunya kami sangka adalah benar ternyata kebanyakannya kami telah salah.

intisari pertama yg dapat saya ambil adalah jauh sebelum saya ingin menjadikan Bella sebagai pribadi yg baik. maka terlebih dahulu sayalah orang pertama yg harus merubah diri saya menjadi pribadi yang benar-benar baik.

disitulah saya menyadari ternyata jauh sebelum saya menuntut suami saya. saya haruslah terlebih dulu menuntut diri saya sendiri. Saat saya ingin 'menampar' suami saya disini tapi yg saya dapatkan adalah saya yg 'tertampar' disini.
betapa selama ini saya begitu sempit, begitu egois. saya selalu melihat kesalahan dan keburukan suami saya tanpa mengindahkan kesalahan dan keburukan saya sendiri yang mungkin jauh lebih besar daripadanya.
saya selalu ingin diberi sedangkan diri saya tidak selalu memberi. betapa selama ini saya dibuat kalut oleh kotornya pikiran saya sendiri. saya tersesat dalam labirin yg saya ciptakan sendiri.

kenapa saya menginginkan suami saya berubah menjadi lebih baik saat saya sendiri tidaklah lebih baik dari dirinya?
subhanAlloh. betapa malunya saya akan diri saya selama ini yg kerap kali.megeluhkan suami saya kesana kemari. hiks hiks. :'(
maafkan aku wahai suamiku.

cukuplah saya menyadari disini satu persatu kesalahn saya sebagai seorang individu. tidak perlu berlarut-larut menyesali. yg harus saya lakukan sekarang adalah bangkit dan segera memperbaiki diri.

salah satu dari perkataan abah Ihsan yg begitu saya ingat adalah kita SERINGNYA  memberikan perhatian berlebih pada hal-hal negatif yang dilakukan oleh anak -ataupun suami dalam case saya ini-. tapi kadang hanya sedikit memperhatikan terhadap banyak hal positif yg telah mereka lakukan.
menusuk sekali mendengarnya. karena itulah yg selama ini saya lakukan. jarang sekali saya mengapresiasi suami saya saat dia membantu saya melakukan beberapa pekerjaan rumah. saya menganggap itu sudah kewajibannya membantu saya toh saya juga sudah banyak membantu dia. selalu kata-kata itu yg bolak-balik keluar dalam hati kecil saya *catat:dalam hati*. Sedangkan saat suami melakukan hal yg tidak membuat saya senang langsung saja tanpa pikir panjang kata-kata tajam keluar dari mulut saya. iya saya memang judes banget jadi orang. *tutupmuka*

Betapa ternyata selama ini suami saya telah begitu sabar mengahadapi sikap kekanak-kanakan saya ini yaa Alloh. dia lebih banyak diam. *diamnya ini yg bikin saya kesel tujuh turunan kadang* duh serba salah banget deh jd suami saya ternyata.
disini saya berjanji akan sedikit demi sedikit merubah pribadi saya. menurunkan ego saya. membuka pikiran saya lebih luas untuk menerima kurang lebihnya suami saya seperti halnya dia yg selalu menerima saya apa adanya. *sabar banget pulak. peluk mamas ganteng*

meskipun tidak serta merta, saya akan berusaha merubah pribadi saya agar bisa menjadi 'rumah' yg menyenangkan sekaligus menenangkan untuk mereka berdua *dan anak-anak kami selanjutnya nanti* 
seperti kata abah Ihsan saat seseorang telah berbuat kesalahan maka beri hanya sedikit perhatian pada masalahnya tp berfokuslah pada solusinya, sedikit lah bicara pada saat kesalahan itu telah dibuat. on another hand, banyaklah bicara, hujani pujian dan berikan curahan perhatian untuk mengapresiasi segala hal baik yg telah dilakukan oleh orang-orang yg kita cintai. karena dengan begitu kita akan mengokohkan harga diri mereka, bukan malah mengahancurkan harga diri mereka.

insyaAlloh mudah-mudahan istiqomah dan dimudahkan oleh Alloh.

Lesson learned, the power of giving.
~Saat kita belum bisa untuk saling menghargai. maka hargailah orang lain terlebih dahulu. yakinlah, karena segala apapun perbuatan baik dan buruknya pasti akan diberikan balasan oleh Alloh, tidak ada yg terlewat sekecil apapun itu. insyaAlloh~

p.s. insyaAlloh to be continued, masih banyak poin-poin positif lainnya yg saya dapat dari PSPA dan ingin saya bagikan kepada teman-teman sekalian. semoga bisa memberi kebaikan dengan ridho Alloh.

-Sita-

Minggu, 27 Maret 2016

PSPA, Program Sekolah Pengasuhan Anak

Bismillahirrohmannirrohim,

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah..

Kata itu lah yang saya ucapkan dalam hati saat kemarin minggu, 27 Maret 2016 kurang lebih pukul 18.00 wita saat kami mengakhiri pembelajaran kami selama dua hari selama total kurang lebih 20 jam kami menghabiskan waktu menerima ilmu yang disampaikan oleh Abah Ihsan, ya Abah Ihsan begitu sih panggilan kerennya kata beliau haha, sekilas tentang Abah Ihsan, nama lengkap beliau adalah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. beliau adalah pembicara parenting yg telah melanglang buana ke 25 provinsi di Indonesia, entah berapa puluh kota saya lupa, bahkan syiar nya sudah sampai ke luar negeri tetangga kalau nggak salah udah 7 negara yang beliau datangi sebagai pembicara parenting. kalau dilihat secara fisik beliau ini tampilannya agak-agak ambigu gitu hehehe iya secara waktu stalking di fb sama di web mukanya keliatan serius alim-alim gimanaaaa gitu ternyata pas ketemu langsung masyaAlloh gokil abis. pro banget deh ni orang. easy going banget ramah pula. kebayang ngisi acara marathon 10 jam sendiri tapi audience-nya 95% nggak ada yg boring sama sekali. andai kata kita duduknya di sofa empuk,10 jam bersama abah Ihsan ini benar-benar nggak terasa selama itu. secara kita duduknya di kursi tegak gitu 10 jam apa nggak pegel ni pinggang untung beberapa kali kita diajak stretching dan main game berjamaah sama abah Ihsan, lumayaan laahh ngelemesin otot kaku. perasaan baru kali ini saya bisa ketawa marathon selama itu selama menyimak ilmu parenting yg ringan namun nancep banget dari abah Ihsan ini. Keren ya, masyaAlloh. yang bikin tambah keren itu beliau sendiri adalah seorang suami dengan alhamdulillah satu istri *peace* daaann insyaAlloh semoga diberi keselamatan selalu tahun ini anak beliau yg ke enam akan segera bergabung yihhaa.. enam anak bbookk.. enaaaamm anak yang insyaAlloh shalih dan shalihah yg terdidik dengan baik.. keren nggak tuh hari gini :D
udah segitu dulu tentang Abah Ihsan, seperti kata beliau jangan lihat pembicaranya, tapi lihat dan ambillah ilmunya, itu yg paling penting. jadi buat yg penasaran sama abah Ihsan silahken browsing atau bisa cekidot di www.auladi.net

sekarang lanjut ke background how do I know about PSPA ini sendiri. pertama tau dari kakak ipar saya, mbak Nita yang mana dia begitu terpesonanya dengan pasangan kak Alfi dan Kak Lisda temen seperjuangan dia dimasa kuliah dulu. iyaa jd kak Alfi itu sendiri sohib kentel kakak saya yg ganteng maksimal, si mas Isal atau nama lengkapnya Faisal Rachman babahnya Azka,Nabi dan Ahza.

jadi kenapa mbak Nita ini kok segitu terpesonanya sih. emangnya kenapa. jadi menurut mbak Nita ku ini duluunyaaa Kak Alfi dan Kak Lisda ini kehidupan rumah tangganya tidak jauh beda laah labilnya dengan rumah tangga dia hehe. itu menurut mbak Nita loh yaa katanya sih denger curhatan dari Kak Lisda langsung. saking frustasinya kak Lisda ini sampai dia nyari2 informasi untuk menyelamatkan bahtera rumah tangganya ceileee bahasanya lebay dikit nggakpapa ya biar dramatis gitu. maklum pasangan muda kan. sampai akhirnya diakhir pencariannya ketemu dengan program ini iya si PSPA ini *pakai singkatan aja ya lumanyun panjang soalnya* terus entah gimana caranya dia bisa yakinin suaminya buat ikutan juga daann langsung ke hasilnya aja ya. walaupun saya yakin prosesnya juga nggak sebentar untuk tiap individu bs berubah menjadi lebih baik. jadi ini berdasarkan yg dilihat dan perhatikan oleh mbak Nita ya, kok bisa semenjak lulus dari PSPA *iya lulus, saya bilang kan namanya juga sekolah* masyaAlloh rumah tangga kak Alfi dan Kak Lisda jadi  yang LOOKED harmonis, damai, aman,tenteram dan yang paling penting BA.HA.GI.A! Jadi kenapa saya bilang looked td, itu karena baik saya maupun mbak Nita kan nggak tau dalamnya biduk rumah tangga mereka, jd yg kami bahas ini ya yang kelihatan aja yang tampak di mata kami.

Habis diceritain gitu saya master of kepo langsung nuju TKP dong stalking fb mereka berdua hehe secara tinggalnya beda kota nggak bisa nyamperin face to face. dan iyaak bener banget. they look more mature as individuals, parents and couple. huwaaahhh iyess I know rumput tetangga selalu lebih ijo. tau! but then nggak ada salahnya dong jadi motivasi dan ikhtiar kita juga.

setelahnya nggak perlu waktu lama, jalannya dibukain oleh Alloh. tahun ini PSPA would  be held in Banjarmasin, yeiyyyy! soalnya nggak tiap tahun mesti ada di kota yang sama gitu. contohnya kayak tahun kemaren PSPAnya di kota sebelah, di Banjarbaru. waktu itu selain karena Bella masih full ASI banget susah buat ditinggal lama, jarak yg lumayan jauh terus jg yg utama, bokek!. iyes, buat saya harga tiket ini acara lumanyun mahalnya.
Terus sekitar 2 bulanan yg lalu dapat info kalau tahun ini PSPAnya di Banjarmasin, langsung deh siap-siap dari browsing sampai nyari contact person acara melalui facebook. percobaan pertama menghubungi kontak yg pertama, no response, terus dikasih kontak kedua alhamdulillah kali ini fast response. berhubung hasil browsing sana-sini nemu kisaran harga tiket masuk kurang lebih 350ribuan. jadi udah nyiap-nyiapin dana 700ribuan sambil dalam hati harap-harap cemas mudahan melesetnya nggak jauh-jauh amat. jadi setelah menghubungi ibu Mila, beliau salah satu cp yg bisa saya hubungi saat itu, sengaja saya pilih cp wanita biar lebih nyaman. response nya ramah sekali masyaAlloh, dan yg lebih shocking lg adalah waktu tanya perihal HTM, ibu Mila jawab harganya adalaaaahhh 250ribu. kaget? jelllass, nggak percaya? sempet. mau nanya seriusan bu? takut ntar ibu Milanya berubah pikiran kalau dibilang kemurahan. jadi aku tanya gini waktu mau make sure, jadi per couple 500ribu ya bu. dan dijawab iya. masyaAlloh beneran nggak salah ketik ini ibu ternyata. sempet worry juga sih ini beneran apa penipuan. kok murah gini. tapi liat PSPA di kota-kota lain HTM untuk PSPA sendiri ada yang mencapai 600 bahkan katanya ada yg 700ribu er person loh ya p.e.r.s.o.n, kebayang nggak balada denger harga tiket masuk versi ibu Mila kalo di compare sama yg lain, wajar dong sempat terbersit suudzhon di hati ini hehe. *peace ibu Mila* soalnya kan duit 500ribu kalo ilang syeddihnya jg naudzubillah gitu. Finally, setelah beberapa kali berhubungan via telepon. akhirnya memantapkan hati buat daftar terus transfer bayaran karena waktu itu ngga ada waktu buat nyamperin ibu Mila ke TKP, Maklum ibu-ibu sok sibuk.

namanya niat baik ya Alloh pasti akan mudahkan. setelah itu teman seperjuangan-sependeritaan lain namanya Mbak Uci, dia juga excited banget mau ikut sampai akhirnya tiket kami berlima sampai di tangannya. iya berlima, saya beserta kangmas tercinta, mbak Uci dan suami, terus the one and only father, mas Isal, yang tanpa adanya musyawaroh apalagi tukar pikiran, dia DIDAFTARIN secara sepihak oleh istrinya hahaha. ngeness banget pengen ngakak aja waktu denger mbak Nita cerita pas bilang ke suaminya yg notabene nya mas kandung saya itu. mau nolak iki piye tiket udah ditangan. hahaha aslinya saya tau banget mas Isal tu terbersit niat aja nggak ada mau ikut acara ginian hahaha.

nah kalau tadi balada mas Isal, sekarang mau nyeritain balada kangmas tercinta, super juga tenaga buat yakinin beliau ini, alasan boikot PSPA pertama waktu itu adalah jadwal kuliah dia semester ini belum keluar, takutnya jadwal dia bentrok sama jadwal kuliah. padahal biarpun bentrok saya tetep akan gunain segala cara buat minta dia bolos. cara apa aja pokoknya. tapi sekali lagi maha besar Alloh yg memudahkan. jadwal PSPA nggak bentrok jadwal kuliah suami. alhamdulillah. tapi masalah nggak cuma sampai disitu, jadi my lovely handsome husband ini alhamdulillah orangnya itu cerdas dan cerdik layaknya kancil, pokoknya ada aja akalnya dia. ini yg bikin males tiap berantem, kenapa? karena tiap berantem biarpun udah diberondong dengan sejuta fakta dosa dan kesalahnnya, ujung-ujungnya mesti dia bisa balikin itu fakta, in the end entah bagaimana caranya saya bingung juga selalu dia yang berubah jadi si bawang putih korban dari saya si bawang merah, ngeselin baget pokoknya.
Lanjut alasan penolakan kangmas adalah HTM yg kemahalan, buang-buang duit aja, masih banyak kebutuhan pokok yang lain yg lebih penting lah apalah apalah tapi sekali lagi waktu itu malaikat lagi pengen-pengen deket saya terus kayaknya. setelah dijelaskan dengan sepenuh hati motif pemaksaan saya ini adalah demi kebaikan anak kami semata wayang beserta -insyaAlloh- adik-adiknya kelak dan ditambah kabar gembira bahwa tiket udah dibeli -tanpa pemberitahuan awal tentunya- akhirnya suami manut juga. itupun kadang rewelnya kambuhan, bentar-bentar tanya acaranya berapa jam mah?, beneran dua hari kah?, kok lama banget sih ! si Bella nanti gimana? bla bla blaaa. rewel banget deh pokoknya. dan hal itu nggak cuma terjadi sama suami saya dong pastinya, dua suami lain juga nggak kalah bawelnya berdasarkan live report istri masing-masing. yaellaaaah. diajak sekolah bentar aja kayak disuruh sunatan.

Oke jadi tiket di tangan hampir sebulan sebelum acara, selamet nggak jadi korban penipuan hehehe. dag dig dug nggak sabar, worry juga, takut ada aral melintang. semisal anak sakit, atau anak nggak ada yg jaga, atau ada keluarga sakit sampai meninggal dih macem-macem lah pikiran. alhamdulillah nggak ada yg kejadian, keluarga baik semua, Bella sehat ceria, terus yang jaga udah diwanti jauh-jauh hari kalo bakal di booking buat dua hari tanggal sekian dan sekian. I'm totally excited !

day by day sampai jugaaa akhirnya tanggal 26 Maret 2016, alarm udah panjang kali lebar kali tinggi di setel biar nggak kesiangan, bekal Bella juga udah ready,. hari pertama capcus sampailah kita di tempat acara yg bertempat di swisbell hotel Banjarmasin. waktu menunjukan jam 7.45 wita, kita sampai 15menit sebelum acara dimulai, udah heboh nelponin mas Isal biar nggak telat. ini laki emang paling bawel diantar yg bertiga. dia lg otw waktu itu okay satu aman. sekarang tinggal nungguin another couple. iyap kenapa harus ditungguin karena mbak Uci yg pegang tiket, kita titip semua ke dia waktu dia ngambil tiket.padahal sebelunnya sempet berapa kali ketemu tapi kok yo males tenan mau ambil itu tiket hehe. jam 8 saya telepon ke rumahnya maksud hati mau mastiin udah berapa lama dia berangkat soalnya di bbm nggak di baca sama dia dan betapa terkejutnya ehh malah dia sendiri yg angkat telepon. apa nggak misah misuh kita. udah jam 8. dia masih di rumah, sedangkan jarak perjalanan rumah dia ke tempat acara kurang lebih setengah jam. sempet keki dong. habisnya kita orang pada nggak ada yg boleh masuk tanpa tiket. duh yuuunngg.

singkat cerita sampai juga akhirnya kami di dalam ruangan acara dengan melewatkan berbagai acara pembuka kami kebagin duduk di deretan lumayan akhir lah. secara kan telat. tapi alhamdulillah wa syukurillah kami nggak ada melewatkan sedikitpun materi utama dari abah Ihsan, anak sabar emang disayang Alloh yak hihihi.

to be continued... PSPA part 2

-Sita-

Senin, 07 Maret 2016

Sibuk Sendiri

Bismillah,

kamu kok suka sibuk sendiri padahal lg nggak sendiri.
kamu kok suka asik sendiri padahal kami disini ingin sekali berinteraksi.
kita kan seharusnya saling berbagi. berbagi perasaan, kasih sayang, perhatian, pikiran dan cerita.
kok sepertinya sulit sekali untuk kamu, padahal kan nggak ada yg minta dibikinin candi, hanya ingin berbagi. kenapa jadi kayak susahnya setengah mati.

hiyyaah.. kepanjangan intro kayaknya..
jadi gini as we know kalo tiap-tiap manusia emang beda. sulit dimengerti yaiyalahhh secara kan nggak bisa telepati. maka dari itu gunanya punya mulut untuk menyampaikan apa yg ada dalam hati, dalam pikiran.

kalau lagi marah jangan diam, kalau lagi kesel mbok yo bilang. ntar kalo yg lain nggak ngerti apalagi salah paham yang ada kamunya malah tambah keki kan.

heran juga, because Im totally the opposite. capek nunggu orang ngerti yg kita mau itu apa, jadi mending langsung bilang, langsung minta. I love to say everything in mind. but when I found out that here nobody is listening rasanya itu pengen duduk dipojokan sambil garuk tembok *krikkrik
syeddih juga lama-lama adek ini bang.

ini pokoknya lyric Speak Up nya abang Ryan Tedder bener-bener mewakili isi hati saat ini deh. let's take a look.

Speak Up
Ryan Tedder

Speak up, your silence is killing me
I've had enough, baby speak up
Are you lovin' or hatin' me?
Cuz I can never tell
I'll be the first to admit it
Been silent for a minute
Thinking like damn is he feeling me
We fell in love took a second
But now I'm always checking
Cuz I never hear you say what you really think
Some days I feel it then I feel it's over
Some days were harder then some days were colder
When you open up, our love is alive
But now you're quiet and I'm dying inside
So baby speak up
Cuz your silence is killing me
I've had enough, baby speak up
Are you lovin' or hatin' me
Cuz I can never tell, I can never tell
Just let your heart say what you can't say (speak up)
Let your heart say what you won't say (speak up)
Don't let the silence tear us away
Cuz I can never tell, I can never tell
If you don't speak up
I don't know where you've been
But nothing's making sense, I'm standing on this fence for you
And even when you're here, somehow you disappear
If I can read your mind, I'd know just what to do
Some days I feel it then I feel it's over
Some days were harder then some days were colder
When you open up, our love is alive
And now you're quiet and I'm dying inside
So baby speak up
Cuz your silence is killing me
I've had enough, baby speak up
Are you lovin' or hatin' me
Cuz I can never tell, I can never tell
Just let your heart say what you can't say (speak up)
Let your heart say what you won't say (speak up)
Don't let the silence tear us away
Cuz I can never tell, I can never tell
Speak up
I'll be out the door before the sun comes up
Boy catch me if you can while I'm pumping that clutch
(Try) Try to be the one, (I) gave it all I got
(I'm) Giving you your last chance (if you don't speak up)
Say all the words that you never said, oh
Write all the letters that I never read, oh
Show me your words or the love is dead
Just want to hear it from you
First to admit it, been silent for a minute
Thinking like damn is he feeling me
We fell in love, took a second
But you about to wreck it,
Cuz I never hear you say what you really mean
Baby speak up, cuz your silence is killing me
(your silence is killin' me)
I've had enough, baby speak up
Are you lovin' or hatin' me
Cuz I can never tell, I can never tell
Just let your heart say what you can't say (speak up)
Let your heart say what you won't say (speak up)
Don't let the silence tear us away
Cuz I can never tell, I can never tell
Speak up
If you don't speak up
Open up your mouth cuz baby I'm listenin'

gimana ketjeh banget kan lyricnya. nggak usah capek-capek nerangin semuanya udah kerangkum dlm satu lagu.

jadi cerita ini maksudnya. when you are in a relationship it means that you have agreed all the things. it's no longer you and yourself. it turns to be we and ourselves. if u feel comfortable with your own silence why then you asked for a friend? lower your ego. even you think that it isnt that worth. try it. speak up. cause one day it could be you in their place. begging for attention but no one care, Will you be happy with that? *lagi dan lagi mirror dipake*

-Sita-

Minggu, 06 Maret 2016

Sayang Suami

Bismillah,
Sayang Suami

Hayoo yang sayang suami ngacung tangaaan. yang belum punya suami mudahan disegerakan bertemu jodohnya yak. jangan syeddihh.

mau cerita dulu ya jaman masih muda banget, sekarang masih muda juga cuman  nggak pake  banget *ngeyel*. I always have a question in my mind yg bikin worry to get married. what if I get married then my feeling to him never be the same. what if it's getting less and less. sedangkan niat nikah kan buat selamanya. terus kalo kayak gitu then I have to spend my life with the man that I dont love. dih lebay maksimal udah.

somehow kalau yg namanya jodoh ya. everything going smoothly. I got "click" then im totally ready to get married. I believe in him I dont know why. I dont care what will happen later. no more thinking about my hesitancy. what ever will be will be. let it happen naturally. all I know that now I love him. we love each other.

lucky me. memasuki tahun ketiga pernikahan kami.  everything that I worried about seems not make sense.
I even have greater love to him day by day. perasaan kami makin kuat makin solid lah.-pastinya perasaan aku sih, harapannya perasaan suami jg begitu hihihi- bukan berarti dalam tiga tahun ini nggak ada lika-likunya. kalau diceritain dih kalah deh tembok besar cina saking panjangnya. but as we know life is a journey. we fall, make mistakes and we learn.

Im so grateful to have him as my husband. I dont expect other men can replace him. ditukar sama Adam levine juga nggak nolak eh nggak bakalan mau. I love him the way he is. jelek gantengnya dia aku suka. sampai sekarang masih sering deng ngerasain getar-getar cinta sar serrr :p

I'm not perfect, he isnt either. love that make us perfect. *perfect versi gue yakk* we fill each other. two become one. dua manusia yg jauh dari sempurna tapi akan terus menjadi lebih baik selama kami bersama dengan ridho Alloh pastinya.

He's all need. the best from Alloh. doaku semoga perasaan ini akan terus terpelihara dan tumbuh diantara kami. even dibalik segala kekuranganya I never find any reason to not love him. cinta ini dari Alloh so I'm proudly say "I love you because of Alloh".

ps. tulisan dikala rindu suami yg jauh disana.

-Sita-

Fenomena Nyinyir

Fenomena Nyinyir

Bismillah.
kalau liat judul mesti udah familiar sekali kan. the word nyinyir  biasanya digunakan dikala kita tidak berkenan dengan suatu sikap atau tindakan lalu menindakinya dengan rangkaian kata indah yang menusuk hati pendengarnya. iya pendengarnya. kenapa saya bilang pendengarnya? bukan orang yang menyebkan ketidaksukaan dia tersebut? kenapa bukan orang yang di-nyinyirin tersebut?

in my opinion, bener ini cuma my opinion yaa. pendapat manusia biasa yang nggak pinter-pinter amat. manusia awam dalam segala hal. jadi nggak usah repot protes karena berbeda pendapat atau merasa perkataan saya nanti perkataan sok tau dan sok bener. when someone nyinyir, itu menunjukkan beberapa hal; pertama, dia adalah orang yg penuh perhatian yg saking perhatiannya kadang saking dia mau nunjukin perhatian dia ke orang tersebut walaupun tanpa diminta. mungkin dianya agak terlalu gemes kali ya nunggu-nunggu kok pendapat dia nggak diminta-minta :p makanya kata-kata yang keluar suka agak pedes. pedes karena gemesnya dia sendiri dan pedes buat orang yg denger lha wong nggak order spicy food tetiba datang dan disuruh makan spicy food level maksimal.

kedua, dia merasa bener jadi pengen semua orang ikut atau minimal tau jalan mana yg bener kayak dia. bagus kan? iya emang bagus but sometimes everyone has their own way to find their correctness. so even you really care about someone. if they don't ask you, so let them alone. alone disini bukannya karena kitanya tersinggung atau marah terus udah biarin  serusak-rusaknya. enggak gitu juga bro..  let them alone maksudnya kita tetap watch them without they know. then when they fall, you are already there to catch them. nah abis itu kalo mau kasih nasihat di moment kayak gitu lebih masuk deh kayaknya. karena mereka udah mengalami sendiri konsekuensi dari jalan yg mereka pilih. inget nasihatinnya nggak usah pake pedes. nggak usah nyinyir. kita nggak akan pernah tau apa itu benar tanpa melakukan kesalahan sebelumnya. kertas lecek masih bisa dirapihin kok. kertas itu masih punya fungsi yang sama dengan makna yg lebih dalem. karena dari leceknya itu kita belajar. ternyata nulis di kertas yg nggak lecek itu lebih enak selain dari lebih enak dilihat juga.

ketiga, mungkin dia iri. ini yang umum banget. karena iri tapi nggak bisa bikin pencapaian seperti orang lain entah karena kurang giat atau lebih ke kurang bersyukur. jadi dia mengeluarkan jurus bersilat lidahnya buat nutupin aibnya dia terus kalo bisa itu aib dilempar ke orang yg dia jealousin itu. padahal kan setiap orang punya aibnya sendiri hanya saja Alloh yg tutupin. ntar jg kalo Alloh berkehendak Dia bisa buka kapan aja aib-aib itu. jadi kita nggak usah repot-repot buka aib orang. pikirin aib kita masing-masing ajadeh.

Terakhir, nyinyir karena pencitraan. hmmm kalau yang ini emang agak nyebelin ya. berasa dia yang selalu benar, berasa cara pandang dan pola pikir dia yang paling bisa diterima padahal sometimes dia sendiri sadar nggak sadar tindakan dia kadang mentahin apa yg selalu dia katakan.

oke, dari keempat jenis nyinyir-ers diatas punya satu kesamaan. seringnya mereka entah karena menjaga kesopanan atau kode etik pernyinyiran tersebut seneng banget nyamarin tokoh utama yg dinyinyirin. jadi seringkali menimbulkan kesalahpahaman khalayak ramai. nanti giliran di protes massa dengan entengnya bilang "helllooww situnya aja yg ke-gr-an" khaaann teteeupp dianya yg paling bener. atau pernah ada yg bilang nyinyir itu nasihat dalam tingkat sarkasme agak tinggi supaya lebih ngena, lebih nancep dan diharapkan tokoh yang dimaksud cepat menyadari dan berubah menjadi lebih baik. iyak. sometimes I agree with kind of that way. once or twice it would be good. mungkin efeknya bagus tapi kalau keseringan yang ada orang-orang akan jenuh dan try to defend themselves. yang ada maksud hati mau ngasih nilai moral A yg emang beneran bagus banget buat dia tp karena udah jengah terus niat baik itu jadi tersia-siakan atau lebih buruknya lagi malah disalah tangkap artinya. kan jadi wasting everything di satu sisi kamu udah wasting tenaga dan waktu untuk nyinyirin nilai moral baik itu, di sisi lain orang-orang malah nggak dapet pointnya. sayang kan?

Jadi sekali lagi. ini murni hanya pendapat saya yang hanya berujar dari buah pemikiran yg didapat dari pengalaman sehari-hari. alangkah lebih baiknya kalau mau ngasih tau. do it straightly right to the person who needs it. mengingat kalau disampaikan secara bias apalagi pake nama disamarkan akan menimbulkan banyak kesalahpahaman, menimbulkan sakit hati. yang mana itu jelas bukan yg kamu mau. kalau memang mau mengeducate semua pun caranya nggak perlu pakai nyinyir kan bisa. coba dipikirkan cara supaya orang tertarik atau mau dengar gimana. mending mana coba, ngena karena emang disentuh sendiri atau ngena karena ditusuk? hayooo..

jadi nyinyir sendiri menurut saya kurang baik. *keplak mulut lima kali* walaupun sama temen deket banget sekalipun. bukannya kalo deket ngomongnya mending nyablak to the point, nggak perlu nyinyir nyindir. APALAGI sama teman biasa APALAGI sama yang baru kenal, jangan coba-coba deh. jadi buat yang suka nyinyir ayok coba kita tata hati dan perbaiki diri. kalaupun masih aja gatel keceplosan sekali dua it's okay lah namanya juga manusia yang lagi berproses berupaya jadi nggak nyinyir lagi. tapi kalo gatelnya awet coba sebelum kamu nyinyir ambil kaca dulu. terus ucapin ke muka kamu sendiri, terus coba resapi dan rasakan itu nyinyiran tadi nyakitin perasaan kamu nggak. be honest to yourself nggak perlu malu nggak ada yg liatin juga kok, it just between you and Alloh. kalo sakit mending di cancel aja tapi kalu emang penting banget karena nyinyiran kamu yg sarat makna, coba kamu paraphrase, kamu pilih lagi kata-kata yg lebih lembut yg lebih mudah diterima.
"terus kalo abis ngaca aku ngerasanya biasa aja gimana?" Selamat ! jawabannya kalo nggak mata hati kamu udah ketutup hingga hilang yg namanya empati. atau memang pendapat awam saya yg nggak sejalan sama kamu. that's okay, no hard feelings. life is a choice.

ps. no offense, hope it can be a reminder for me or even you. tulisan dikala listrik padam~cause just when you are in the dark then you can see the brighter stars~

-Sita-

Bless

Bismillah,
udah dari kemarin Bella tetiba datang mendekat, pegang tangan dan bilang mama lim -salim- abis cium tangan then she said mama cis cis -kiss- after kissing my lips then she said byeeee, terus aku tanya doong secara emaknya kan kepo abis, Bella mau kemana? yang terus di jawab totol wiming - school, swimming- eyyaaa akhir-akhir ini memang lg seneng diajakin main ke TK deket rumah, lumayan mainan gratis : D karena oh karena anak saya satu-satunya ini termasuk anak yg mager banget. -malas gerak- jd  kalo emaknya lg rajin lg nggak capek -emaknya gampang banget capek, entah capek beneran atau males hehe peace- mama suka ajakin anaknya main di luar biar lebih aktif dan gesit lah, lha wong si Bella ini jalan slow di lantai kayu yang kering dan rata tanpa halangan aja tetiba suka jatuh sendiri padahal licin enggak, typhoon jg nggak ada. giliran gegayaan jalan cepat eh kipas angin diam ditempat di tubruk *sigh. kami ajakin swimming sebenernya karena gemes, dia waktu masih bayi seneng banget swimming pakai neckring itu loh. giliran besaran dikit malah nuangis hebat diajak swimming di kolam. alamaakk mangkel nggak emaknya udah beliin kolam segitu mahalnya sekarang malah nggak mau pake. untung baru anak pertama masih bisa buat adeknya ntar alhamdulillah. jd sekarang udah mulai berani sama air walaupun sepuluh menit pertama diajakin swimming kejer mampus nangisnya dia sambil nemplok dibadan papahnya yang aduhai *maaf salah fokus* tp pelan-pelan akhirnya mulai berani. mesti sabar nggak boleh marah ya kalo anak lagi takut mereka cuma butuh waktu dan support buat jadi percaya diri and see tralala trililili she's enjoy swimming very much sampai nggak mau pulang. alhamdulillaaahh, bisa nih dijadiin agenda bulanan hang out ke swimming pool hehe. Oke next, selain mager dan takut air -entah takut apalagi, emang banyak takutnya ini anak tp nggakpapa deng namanya juga baby, biar mommynya tambah telaten ngajarin hal baru-, my Bella juga suka lama dalam adaptasi apalagi kalo ketemu orang baru atau pas lagi diajak jalan ke khalayak ramai udah deh macam kura2 aja tarik kepala tangan kaki lalu sembunyi, dia langsung gelut manja sembunyi di badan papa mamanya, analisa emaknya sih kemungkinan besar emang karena dia biasa gaul sama inner circle nya aja terus kalo lg di rumah ya ibarat kata pintu sama pagar kebuka aja dia gak bakal lari keluar. anteng aja mainan dalam rumah, nemenin mama nya masak di dapur atau enjoy di kamar minta bacaain book sama papanya. salah emaknya jg sih yang males gaul. sama tetangga aja jarang interaksi -ampuunn, yang ini jangan ditiru yakk- bukannya sombong atau apa, karena jam kerja mommy yang menyelisihi jam gaulnya ibu-ibu tetangga itu salah satu sebabnya, sebab lainnya giliran lagi nggak kerja atau stay di rumah akunya capeekkk atau kalo nggak capek ya ngeberesin medan perang yang entah kapan beresnya ini -baca:rumah- jadi ya gitu kalo lagi nggak kerja kita emang hobinya mendem di rumah, di luar suka panas banget juga soalnya. kalo di rumah tinggal nyalain ac di kamar, ngadem, bobok deh hahaha. jd karena kekurangan kami itu, I always said to my husband, gimana caranya tiap weekend kita bertiga mesti hang-out sama-sama. karena semingguan itu selama weekdays kami udah ngorbanin banyak waktu yg seharusnya buat Bella jadi bayar utangnya di weekend  itu. kemana aja deh mau itu dalam atau luar kota asal jalan, asal anaknya happy dan bisa liat dunia yang penuh manusia biar dia ngeh dunianya dia itu isinya nggak cuma mama papa, kai nini, om, tante bude pakpuh mas, dedek dan acil doang. kalau aku sih prefer outdoor activities macam ke taman kota, ikut susur sungai wah ini hobby Bella banget karena dia bisa liat big monkeeeyyyy -bekantan statue-, ajak ke  playground atau swimming bisa juga jd alternatif lain supaya bisa memaksimalkan geraknya dia. kalau udah buntu baru deh kita ngemall itupun kalau suami berkenan yaaa, dia paling males soalnya diajakin ke mall -syeddih deh- sekarang ini alhamdulillah sekali magernya Bella udah mulai berkurang, tinggal takut sama orangnya lagi yg masih kuat. nggakpapa step by step laah selama dianya enjoy dan nggak merasa terpaksa. sebelumnya pernah baca, entah denger atau liat dimana gitu. bahwa sebenarnya bukan kita yang selalu bikin bahagia anak, anaklah yang selalu bahagiain kita. dibalik kekurangan kita dalam mengasuh mereka, mereka selalu bikin kita bahagia. walaupun kita udah pernah marah atau bikin mereka sedih tapi mereka selalu kembali ke kita dengan binar bahagia yang meluap yang mana itu selalu bikin kita sebagai orang tua happy. jadi apa salahnya dibalik segala kekurangan kita sebagai orang tua yang masih dan akan terus berproses dan belajar menjadi orang tua yang baik, selalu sempatkan. always make time disela kepadatan jadwal duniawi kita untuk bikin anak kita happy..karena bahagia mereka itu sederhana sekali. contohnya Bella, tinggal ajak ke depan rumah ke tanah lapang halaman musholla terus ajak dia to look at the sky and say, "Bellaaa, look, that's biirrrddd" wuduuhh udah jingkrak-jingkrak kesenengan sambil nunjuk langit. itu kalo siang, kalo malam masih objek yg sama kok mainan gratis dari Alloh yaitu langit. "Bella look, what is that?" and she'll answer happily by saying "MOOOOONNNNNN !" udah gitu aja gratis kok udah bisa bikin mereka smile dan happy jadi nggak ada alasan karena bokek terus nggak mampu bikin anak happy bahagia mereka nggak selalu nguras dompet kita kok, banyak yang free  hehe. :p dan jangan juga bilang nggak ada waktu. waktu luang buat anak itu bukannya dicari, YOU HAVE TO MAKE IT ! nunggu datangnya waktu luang susahh brooww..Alloh aja udah ngasih waktu buat nitipin anak ke kita terus masih punya harga diri aja gitu kalo bilang nggak ada waktu buat bikin anak happy? sungguh TER LA LU ! banyak lo yang belum dapat kesempatan mencicipi nikmatnya ngurusin anak kayak kita, yang mimpi-mimpiin punya anak kayak kita. ayookk yang perlu kita lakukan sekarang adalalah BERSYUKUR dan tandanya kita orang tua yang bersyukur adalah segera beraksi ! fighting everyone ! semoga Allah meridhoi segala usaha baik kita. aamiin.

-Sita-

My little happiness

Bismillah,
sekilas ceritaku.
dulu banget dr jaman masih gadis, menikah sampai hamil terus lanjut punya baby yg ada di otak ini isinya how to make money. yg beda cuman goal-nya waktu masih gadis karena uang jajan pas-pasan tapi hobi hura-hura bergembira dengan teman. gimana caranya bs jalan sm temen. punya duit buat nonton, karaoke, hang out sampai makan berkali-kali di kantin kampus. iya alhamdulillah dari smp sampai kuliah dipertemukan sama sahabat-sahabat yg hobinya sesuai umur dan nggak ngajak miring kiri hehe. - love them very much- terus lanjut waktu married sampai hamil gede sembari nunggu rumah baru selesai di rehab kemarin ngidamnya buat beli seisi rumah buat pindahan yang alhamdulillah sedikit banyaknya kesampaian. setelah melahirkan I had another goal which is pengen bs melengkapin kebutuhan tertier diri sendiri dan anak -primer sama sekunder alhamdulillah udah dicover suami- singkatnya mau beliin anak gadisku apa aja. yg artinya dulu mindset aku itu I need MUCH money to please her. tapi seiring waktu berlalu kok suasana hati dan semangat kerja saat masih belum dilengkapi baby lucu itu beda banget. dulu kerja pagi pulang malem hayuk. hamil gede dengan morning sickness 9 bulan penuh teteeuuppp kerja. murid-murid saksi hidupnya liatin miss nya suka wakwek perutnya benjol kanan benjol kiri. malam-malam pulang kerja kena jambret gagal, nggak menghentikan semangat kerja. kurang sebulan mau melahirkan baru mencutikan diri. itupun kadang masih suka meratapi how much I lost for not working. tetapi segalanya berubah semenjak jiwa emak-emak menyerang. semangat kerja masih membara. habis genap nifas 40 hari langsung kerja. asi banjir sana sini-pumping kesana kemari- tp tetap teguh niat ini semua buat anak tersayang. day by day semangat baja itu dilunturkan sedikit demi sedikit oleh rasa kangen, rasa khawatir, how sorry I am to leave her everyday. tiap kerja baper mulu, galau maksimal lah pokoknya. sering nangis bombay di jalan pulang pergi kerja but it works. I earn so much money, berani deh compare sama pegawai bank mana aja peacee walaupun kerjanya semi kantoran. :p kadang di kantor kebanyakan rumah ke rumah macam sales yee.. aku ibaratkan bagaikan kutu loncat, para guru private mesti ngerti gimana perasaanku hehe. oke lanjut, masa-masa galau aku cukup panjang bisa ditanya ke suami, temen sekantor sama bos-bosnya sekalian deh gimana lebaynya perasaan new mommy satu ini. lanjut ke semangat kerja baja yg ngalahin semangat 45 tadi. akhirnya lama kelamaan gempor juga semangat itu. yang dulunya tiap nggak masuk kerja yang alasannya mesti kalo nggak karena sakit banget atau urusan yg urgent baget itupun selalu ngitung, seharusnya kalo kerja dapat duit segini nih. sekarang mulai nggak terlalu ngitungin itu nominal duit yg ilang karena ijin kerja. you know why? karena yg aku rasain saat nggak kerja itu imbalannya much more than everything. waktu bobok siang sama anak, main-main sama anak, gelut-gelutan seharian di kamar. it's heaven. for working mommy like me. time is money. daaann hal-hal yang aku lakuin dengan anak, waktu yg kami habisin berdua itu priceless banget. -maaf suamiku sayang, mas melipir dulu aja yak - sedikit demi sedikit aku mulai ngurangin kepadatan jam kerja yg biasa udah gaya pegawai kantoran beneran aja kerja 8-10 jam 5-6 hari kerja. dari yg ngurangin dikit2 sampai sekarang hampir 60-70% jam kerja yang di cut paksa demi supaya quality time sama anak dan suami meningkat. kalau ditanya lah itu jam kerja di cut segitu banyaknya terus berapa sisa duit yg didapet? of course as much as the time that I reduce. gaji tinggal separo. terus kalo ada yang nanya gimana? bukannya emak satu ini super money-oriented banget? jawabannya satu, kesukaanku sama duit nggak bisa ngalahin kesukaanku berada di samping anakku. ada yg hilang mesti ada ganti yang baru dong, hukum alam itu. gaji segede itu hilang tapi diganti dengan bahagia yg lebih gede lagi. im still working now dengan jam kerja yang super bersahabat alhamdulillah kerja jadi tenang nggak begitu galau lagi mikirin anak. lha wong mama cuman pergi bentar maksimal lembur seminggu sekali itupun nggak lama banget. and I feel brand new. lebih ceria deh sekarang meski kadang masih suka bingung kalo duit belanja kurang but I feel much happier now. hidup udah mulai balance, udah mulai bisa menyesuaikan ritme-nya. ngefeknyapun.nggak cuma ke diri sendiri tp juga ke suami jd lebih terurus -subjective ini iya tau- anakku yg sekarang lebih happy, lebih aktif, lebih gampang berinteraksi, plus-plus deh pokoknya. lesson learned nya adalah. nggak akan lari gunung dikejar. pendapatan insyaAlloh akan cukup kalau dicukup-cukupin -ceileee gayaa minta ditimpuk bantal sama suami- I wanna be  a better mommy, a better wife and a better person, sisanya ngikut lah. aamiin.

-sita-