Minggu, 30 Juni 2019

Tugas klaster 5 Mainan

Bismillah,

Berbenah mainaaaaannn. mainan di rumah lumayan banyak mencar kesana kemari. saat saya mulai berbenah mainan tentu harus menghadapi kakak sebagai garda terdepan. dia hampir selalu menolak tiap saya mendeclutter maina-mainannya yang sudah rusak. dia suka menyiampan segala sesuatu walaupun itu sudah rusak, bisa dibayangkan tumpukan mainannya campur aduk antara yang masih bagus dengan yang sudah tidak jelas bentuk dan rupanya. tapi setiap kali juga saya berikan pengertian kenapa mainan itu harus dibuang semisal rusak dsb.
Adapun hambatan yang saya temukan adalah karena mainannya didominasi benda-benda kecil seukuran jari jadi cukup menyulitkan untuk memilahnya. untuk penyimpanan yang mudah dijangkau pun belum terealisasi sampai sekarang.
untuk kriteria seleksi sementara ini saya hanya membagi mainanan ke dalam.kriteria masih layak pakai dan tidak layak pakai. saya declutter mainan-mainan yg sudah rusak ataupun berbahaya seperti kelereng. karena mainan yang dipakai.kakak dulu sekarang masih bisa dimainkan adik jadi saya tetap simpan.mainan-mainam tersebut.
Untuk penataan pun saya masih mengalami kesulitan jadi sementara saya mencoba kumpulkan mainan dalam beberapa kotak kardus yang rencananya akan saya rotasi setiap 2 minggu untuk.dimainkan oleh anak-anak.
semoga berhasil dengan cara ini.

Minggu, 23 Juni 2019

Tugas klaster 4 Dokumen dan Kertas

Saat berbenah kertas dan dokumen ini terasa cukup menantang karena kertas lumayan banyak bertebaran di rumah ini karena di rumah memang sekalian rumah belajar yang mana kami sering ngeprint utk tiap aktifitas mengajar sehari-hari dan juga suami merupakan pengajar di sekolah dan kampus banyak kertas tugas dari siswa dan mahasiswa sehingga tumpukan kertas semakin meninggi setiap harinya

untuk mendecllutter saya membuat beberapa pembagian kategori. Yaitu kategori berdasarkan ownership, yang mana dibagi menjadi tiga, suami, saya dan kakak, adik belum masuk kategori karena belum sekolah. lalu kategori dokumen penting seperti ijazah dkk dan kategori pekerjaan (dokumen terkait rumah belajar kami)

hambatan dalam berbenah yang saya temui adalah terlalu banyaaaakk jadi memilah memakan cukup banyak waktu, hambatan kedua sering bingung dalam menyeleksi yaitu menentukan asas kegunaannya masih benar perlu atau tidak,mau di declutter takut masih perlu. dan yang ketiga perasaan sayang karena ingin menyimpan momen, biasanya ini di kertas punya anak pertama yang berupa kumpulan hasil pekerjaan dia dari sekolah yang terasa begitu indah hehehe.

Saat memilah saya menggunakan kriteria seleksi seperti masih digunakan, tidak lagi digunakan, used paper dan abu-abu. untuk kriteria used paper saya menggunakan kertas-kertas sisa print agar bisa digunakan lagi jika kondisinya masih bagus. biasanya untuk used paper, saya gunakan sisi kosong lainnya untuk print beberapa tugas dan activity atau sekedar untuk corat-coret. untuk kategori abu-abu saya gunakan untuk dokumen yang masih ragu-ragu untuk dibuang khawatir masih diperlukan. jadi saya tempatkan di kardus khusus agar gampang dicari. rencananya akan saya beri deadline 3-6bulan lewat dari masa itu tidak digunakan baru saya declutter.

Kesulitan dalam menata dokumen adalah bagaimana caranya agar penyimpanan dapat memudahkan untuk pencarian sewaktu-waktu diperlukan. dan saya bercita-cita untuk dokumen bisa terfokus di satu spot agar lebih mudah terjangkau dan meminimalisir agar tidak berserak dimana-mana. cuma untuk saat ini belum bisa saya realisasikan karena terkait perubahan tata letak rumah.

untuk hasil berbenah saya belum bisa melampirkan hasilnya karena prosesnya masih berlangsung. belum mencapai ideal seperti saya sebutkan di atas. tapi paling tidak sekarang kondisi dokumen sudah lebih rapi dan berkurang dari sebelumnya.