Bismillah,
Berbenah mainaaaaannn. mainan di rumah lumayan banyak mencar kesana kemari. saat saya mulai berbenah mainan tentu harus menghadapi kakak sebagai garda terdepan. dia hampir selalu menolak tiap saya mendeclutter maina-mainannya yang sudah rusak. dia suka menyiampan segala sesuatu walaupun itu sudah rusak, bisa dibayangkan tumpukan mainannya campur aduk antara yang masih bagus dengan yang sudah tidak jelas bentuk dan rupanya. tapi setiap kali juga saya berikan pengertian kenapa mainan itu harus dibuang semisal rusak dsb.
Adapun hambatan yang saya temukan adalah karena mainannya didominasi benda-benda kecil seukuran jari jadi cukup menyulitkan untuk memilahnya. untuk penyimpanan yang mudah dijangkau pun belum terealisasi sampai sekarang.
untuk kriteria seleksi sementara ini saya hanya membagi mainanan ke dalam.kriteria masih layak pakai dan tidak layak pakai. saya declutter mainan-mainan yg sudah rusak ataupun berbahaya seperti kelereng. karena mainan yang dipakai.kakak dulu sekarang masih bisa dimainkan adik jadi saya tetap simpan.mainan-mainam tersebut.
Untuk penataan pun saya masih mengalami kesulitan jadi sementara saya mencoba kumpulkan mainan dalam beberapa kotak kardus yang rencananya akan saya rotasi setiap 2 minggu untuk.dimainkan oleh anak-anak.
semoga berhasil dengan cara ini.