Bismillahirrohmanirrohim.
Hidup itu kalo buat menuhin kebutuhan insyaAlloh cukup yess. kalopun nggak cukup mesti otak bakalan DIPAKE muter buat nyukup2in. Beda case lah ya kalo buat menuhin gaya hidup. Biar kata lu kerja keras siang malam bagai qoedha, biar kata penghasilan lu orang sampe 10 digit pun. yakin nggak bakal nutup kl ngikutin gaya hedon gitu. karena apa? pada dasarnya manusia itu pasti punya kebutuhan. Iya standarnya nggak selalu sama tp meskipun beda ya nggak jauh2 amat lah. masa iya misal kita makan nasi sebakul trus yg lain sampe 20 bakul kan so not make sense. paling selisihnya ya 3 sampe 5 bakul. Karena walaupun kita mampu utk beli sebanyak itu tp tetep aja yg diperlukan oleh diri ini ya secukupnya. Alloh cukupkan kita. dengan makan segitu kita kenyang. dengan minum segitu udah hilang haus kita. dengan pake barang harga segini manfaat yg didapat sama dgn yg harganya fantastis. Tinggal secerdas apa kita manfaatin otak yg dikasih gratis oleh Alloh ini buat mikir,milah milih mana yg perlu mana yg nggak, yg urgent sm nggak. Kalo nggak beli things yg semodel atau seharga itu terjadi hal mengerikan apa nggak? kalo beli yg model biasa bikin sakit nggak? Sakit hatinya paling :P
Karena Alloh maha memberi kecukupan .KECUKUPAN yess bukan KEMEWAHAN. Bukan karena Alloh nggak mampu ya. kemewahan itu mah just a piece of cake lah. buat Alloh mah; Kun fayakun, Jadilah !maka jadilah ia. Langit bumi dan semesta Alam aja Alloh yg bikin apalagi cuman kemewahan hidup anak manusia. Alloh itu mau lihat gimana kita berusaha. Kasih kita kesempatan. Seberapa berusaha kita untuk kebaikan kita di akhirat kelak. Usaha kita buat diri kita sendiri bukan buat Alloh. Alloh sama sekali nggak perlu itu dari kita kok.
Karena kemewahan dan gaya hidup itu mostly datang dari besarnya hawa nafsu karena bilamana hawa nafsu tidak KITA kendalikan. Iya kita yg kendalikan karena memang Alloh mampukan kita untuk itu agar bisa mengendalikan pikiran, perasaan dan hawa nafsu kita.
Sering denger istilah budak nafsu. Mau gitu diperbudak nafsu? jadi budak aja belum tentu mau yee khaann. Jadiiii kalo kita nggak bisa mengendalikan hawa nafsu kita maka itu akan menjadi berlebih-lebihan karena didalamnya teriring hasutan syaithon dan jelas sekali Alloh tidak suka. Boom ! Bumerang buat diri kita sendiri.
You know khan yee yg namanya syaithon nggak level dia lah kl bilang kyk gini beli ini aja biar mewah biar wow diliat orang itu mah rayuan buat manusia kicik2. Rayuannya tu mesti pake embel2 berlandaskan kepentingan umat dan kebaikan diri. Contoh yeee. beli something yg ini nih gpp lah mahalan dikit (padahal banyak) demi kebaikan anak atau orang tua atau dirinya sendiri. biar lebih awet lah lebih ini lah lebih itulah.Padahal fakta di lapangan sesuatu itu nggak perlu2 amat masih bisa banget diakalin. cuman males aja. Males make otak buat mikir :p. "Elaaahh duit2 gue ngapa elu yg repot". iye jg sih. tp biar inget aja, kalau segala sesuatu nanti besar kecilnya akan Alloh hisab. bagaimana laporan kita salah satunya atas harta yg Alloh titipkan ke kita. Sudahkah kita gunakan sebagaimana mestinya. mengahasilkan manfaat atau malah mudharat. Bikin LPJ bulanan ke bos yg basically human aja udah deg2 ser yess ini ntar laporannya ke yg nyiptain kita yg tanpa Nya apalah kita. nggak takut? Lah daku laporan keuangan rumah tangga sama mamas aja udah mayan gugup takut dikira nggak bisa ngatur harta yg dia kasih. takut dikira nggak bisa mengusahakan yg terbaik atas hasil titik peluhnya dieee. Apalagi di yaumul hisab kelak. mudahan Alloh mudahkan.
Cukupkan lah diri kita dengan sesuatu yg kita butuhkan. semakin kita merasa cukup semakin besar syukur kita. Semakin besar syukur kita semakin semakin besar nikmat akan rezeki yg kita dapat. Mintalah keberkahan rizky bukan melulu kelimpahan rizky.
Perbanyak shodaqoh karena itulah sebenar2nya harta yg akan menjadi milik kita di akhirat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya”. (QS. Al Israa` : 27)
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)
Dari al Miqdam bin Ma`diy Karib radhiallahu `anhu bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam bersabda :
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
“Tidak ada yang lebih jelek dari satu bejana yang diisi penuh oleh anak cucu Adam selain dari perut, cukuplah bagi anak cucu Adam makanan yang akan menegakkan sulbinya, kalau seandainya mau tidak mau memang harus diisi, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.
Nasihat untuk diri yg dipenuhi kelemahan hati. Semoga menjadi pribadi yg lebih baik lagi yg qona'ah selalu bersyukur dan merasa cukup.
Banjarmasin, 5 Agustus 2018
Sita Ummu Bella
Sumber: https://elhijrah.blogspot.com/2012/02/sikap-berlebihan-dalam-kehidupan-sehari.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar